Berita Terkini :

Ular genus Chrysopelea

Jumat, 31 Januari 2014 | 0 komentar



Liputan6.com, Blacksburg : Meski tak bersayap, ular genus Chrysopelea mampu meluncur dari satu cabang ke cabang pohon yang lain dengan anggun. Ia kerap mendapat julukan 'ular terbang'.
Berita Terkait


Ular yang biasa ditemukan di hutan hujan di Asia Tenggara itu sejatinya tak benar-benar terbang. Kini, para ilmuwan mungkin telah memecahkan misteri mengapa ia bisa melayang.
Dalam Journal of Experimental Biology, para ilmuwan mengatakan bahwa ular mengubah bentuknya secara radikal untuk menghasilkan kekuatan aerodinamis yang memungkinkan ia 'terbang'.
"Ular secara intuitif bukan hewan yang bisa terbang. Saat melihatnya, Anda pasti berpikir: 'pasti ia tak bisa melakukannya (terbang). Dan melihat bentuk tubuhnya, pendapat itu mungkin benar," kata Profesor Jake Socha dari Virginia Tech, Amerika Serikat, seperti Liputan6.com kutip dari BBC, Kamis (30/1/2014).
Lalu mengapa hewan itu bisa melakukannya?
"Saat mengudara, lepas landas, melompat, dan meluncur dari cabang ke cabang pohon, ular itu mengubah tubuhnya secara drastis," tambah Profesor Socha.
Ada 5 spesies ular terbang yang diketahui ada di dunia, semuanya bagian dari genus Chrysopelea.
Tarian Bergelombang
http://static6.com/201401/misteri-ular-140130b.jpg
Gerak tari bergelombang si ular memungkinkannya melayang, alih-alih hanya melata di tanah.
"Saat ia melompat, ular meluruskan tubuhnya dari belakang kepala ke pangkal ekor. Lalu, menggunakan rusuknya yang bisa bergerak bebas, menciptakan gerakan memutar ke arah kepala dan ke atas, ke arah tulang belakang."
Gerakan tersebut menciptakan gerakan meliuk. Tubuh ular berubah bentuk, dari berpenampang bulat menjadi gepeng dan cekung di bagian bawah.
Tim kemudian menganalisis gaya aerodinamika yang dihasilkan perubahan bentuk itu di udara. Caranya, dengan membuat tiruan liukan ular dari plastik. Mereka lalu menempatkannya di dalam tangki berisi air yang mengalir.
"Air mengalir melaluinya. Saat kami mengukur kekuatan model, kami juga memvisualisasikan pergerakan aliran air menggunakan laser dan kamera berkecepatan tinggi," jelas Socha.
Dia menambahkan, ular terbang memproduksi kekuatan aerodinamik yang bisa dibandingkan dengan apa yang dihasilkan oleh sayap pesawat.
"Tim berpendapat, ular itu menggabungkan transformasi fisiknya dengan tarian bergelombangnya di udara untuk terbang melintasi kanopi hutan," tambah Socha. Kanopi adalah bentuk dari percabangan dahan pohon yang menutupi daratan di bawahnya.
"Ia menggerakkan kepalanya dari satu sisi ke sisi lain, menciptakan gelombang di bawah tubuh. Seakan hewan tersebut berenang di udara," kata Profesor Socha.
Selain mengibak misteri bagaimana ular terbang untuk melayang di udara, tim mengatakan, pengetahuan soal hewan tersebut bisa menjadi inspirasi pengembangan robot yang punya merangkak, memanjat, dan meluncur.

Continue Reading

BERLIAN BIRU

| 0 komentar



Berlian biru langka ditemukan di sebuah tambang di Afrika Selatan.

Batu 29,6 karat itu ditemukan oleh Petra Diamonds di tambang mereka di Cullinan, sekitar 40 km di timur Pretoria.

"Berlian ini adalah salah satu yang paling luar biasa yang ditemukan Petra di Cullinan," kata perusahaan itu.

Petra sebelumnya menemukan berlian biru seberat 25,3 karat yang terjual seharga 16,9 juta dollar AS ( Rp202,9 miliar) pada 2013.

Kelas tersendiri

Temuan paling akhir ini juga diperkirakan akan terjual dengan harga tinggi.

Tambang Cullinan terkenal sebagai penghasil berlian biru.

"Batu ini berwarna biru cerah dan sangat jernih, serta berpotensi menjadi berlian yang sangat berharga," kata Petra.

Tambang Cullinan telah memproduksi banyak berlian biru berukuran besar, yang dianggap sebagai primadona batu berharga.

Tambang itu diperoleh Petra pada 2008. Perusahaan itu juga beroperasi di Botswana dan Tanzania.

Pada 1905, berlian biru Bintang Afrika, berlian potong kedua terbesar di dunia, ditemukan di tambang Cullinan.

Batu berbentuk buah pir dengan berat 530 karat itu dipersembahkan kepada Raja Edward VII dan menjadi bagian dari permata mahkota Inggris.

SUMBER : http://sains.kompas.com/read/2014/01/29/2230091/Berlian.Biru.Langka.Ditemukan.di.Afrika.Selatan
Continue Reading
Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

Anda PenGunJuNg Ke .....

Negara PengunjuNg

free counters
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rizal Suhardi Eksakta * - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger